Setelah 2 bulan hampir full dirumah dengan beberapa adaptasi kondisi. Akhirnya Senin kemarin ada kesempatan yg mengharuskan saya keluar rumah. Mengerjakan bbrp tugas dikantor suami.

Masker √
Handsanit √
Campuran Oil Thieves √
Handsock √

Hehehe, karna kebetulan punya handsock jadi pakai, lebih enak pas buka pintu atau pas mencet tombol2 ditempat umum,

Anak-anak sudah dikondisikan dan dijelaskan, bahwa bundanya akan bekerja sehari diluar, alhamdulillah mau memahami, walau si kecil sedikit jengkel “ga mau salim ! Mika (panggilan si kecil) marah sama buna ayahh” 😌 tapi dia tetap dadah melihat kami naik mobil. Ibu yang biasa membantu kami, hari Senin kemarin datang kerumah. Syukurlah beliau bisa datang karna kami harus melakukan hal urgent.

Letak kantor suami dari rumah jaraknya kira kira 26-30km. Duduk di kursi penumpang, bersandar, mendengarkan musik yg “tumbennya” playlist suami musik Bule, mata melihat jendela, sesekali suami mengajak ngobrol hal sederhana..

Fiuhhh suasana luar tidak sesuai bayanganku tentang PSBB, pasar tradisional tetap saja ramai malah membludak, belum lagi jalanan masih ramai dg kendaraan walau tidak se-macet biasanya, pemandangan baru adalah bank bank amat sangat Ramai hingga area parkir, bahkan ada yg sampai buka terob unk penunggu lansianya.. kami sempat berhenti mengurus administrasi bbrp hal, sesekali kami mendengar pengeras suara unk mengingatkan Physical Distancing, is this the new normal ? Hmmm Covid mengajarkan banyak hal baru dan menantang..

Kembali berkendara, semprot sana sini sblm masuk mobil, didalam mobil masih juga semprot ini itu. Masih jauh perjalanan, bersandar kembali, kepala menempel jok kursi, kaki diluruskan, pandangan tetap ke luar jendela sambil menikmati coldplay. Perlahan-lahan pikiran bisa mulai tenang, otot leher yang biasa tegang skrg terasa nyaman rilex. Termasuk kepala yg biasa terasa berat sekarang enteng. Isi kepala pun jauh dari kegaduhan “todo list” dan tarik menarik dengan “para hantu” ..

Ternyata aku rindu tenang..
Rindu merasakan nafas sendiri, dan rindu “terhubung” dengan diri sendiri. Dzikir terus diucapkan sepanjang jalan. Beberapa kali mendengarkan dan merespon suami bercerita. Hahh senangnya bisa tenang.. tersenyum dibalik masker yang masih tetap digunakan sepanjang perjalanan..

Pohon, mobil, motor, awan, jendela, langit, bunga, warna hijau, warna orange, truk, sepeda, motor berhenti, pedagang kaki lima, restoran sepi, kantoran, pagar, pedestrian, sekolah, bank, ruko ..

Akhirnya sampai di kantor suami.
Kantor dengan suasana kayu, coklat, sinar matahari masuk diantara tirai kain.. terasa hangat..

Seharian dijalan mengurus administrasi,
Tidak terasa masuk waktu dzuhur, langsung melangkahkan kaki untuk berwudhlu, sekalian kesempatan membersihkan tangan kaki muka dengan sabun. Suara air mengalir, bau wangi sabun, dan dinginnya air menyentuh kulit, terasa segar menambah rileks. Sungguh kesenangan tersendiri ketika merasakan wudhlu dg tenang tanpa harus terburu buru karna ributnya to do list di kepala atau tanpa harus menjawab banyak pertanyaan. Menjadi tenang memang terkadang mmbutuhkan keahlian tersendiri. Bisa merasakan detail.

Selesai wudhlu, terlihat suami berbincang dengan security. Aku putuskan untuk sholat sendiri, dinginnya AC sudah mulai terasa, sajadah digelar dilantai kayu, mukena dipakai, ucapan takbir mengawali sholat .. “allahuakbar ..”

Ada rasa haru dan rindu, pikiran tenang dan terhubung kembali pada diri sendiri dg utuh, memikirkan diri sendiri dan apa yg sdh dilakukan. Ucapan doa terlontar perlahan, merasakan artinya, merasakan lagi tangan kaki yang lelah, perut kosong yang tak menjadi masalah, hati rindu membuncah, sebentar lagi Ramadhan usai..

apa yg sudah aku lakukan ? Adakah keimanan bertambah? tadarrus Al-Qur’an tak sudah.. tadabbur Al-Qur’an belum terasah.. Astaghfirullahaladzim.. Ya Rab.. aku merinduMu, lalai kah hamba ini pada nikmat-Mu ? Engkau yang Maha Kasih dan Maha Menyayangi.. aku mohon ampunan-Mu

sejenak merasakan mata berkaca-kaca, tetapi hati merasa begitu hangat
sesimpul senyum hadir di wajah..

Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya..
dengan amalan yang lebih baik dari sebelumnya. Memberi Jarak sebentar dari keriuhan dunia akan rencana dan keharusan. Memilih berdiam diri, lalu menggunakan badan dengan perlahan. Nafas panjang.. menikmati Ramadhan yang penuh berkah.. Aamiin

itsfielife
Surabaya, Mei 2020
di kantor nuansa kayu nan teduh

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.