CAPRI – Perjalanan Mengenal HS

Halo kali ini mau cerita tentang pengalaman sampai kenal Homeschooling nih. Tulisan Ini lebih ke catatan pribadi (capri). Hopefully, nanti dibaca sama anak anak. Jadi tulisan ini lebih kayak ngobrol sama duo MiMi ketika mereka beranjak dewasa dan ingin tau tentang “sejarah” atau perjalanan emaknya mengenal Homeschooling (HS).
Because both of my kids are girls, pastinya mereka nanti, insyaallah, akan mendidik anaknya. I still believe bahwa madrasah utama anak dipegang sama emaknya. Tukang cari info, Time Keeper, tukang semprot omelan, dan tukang mengolah pikiran untuk dikeluarkan nantinya menjadi ilmu yang aplikatif ke anak anak. Bukannya mendiskreditkan peran pria. Tentu saja pastinya peran ayah pun besar. Ya karna disini, pengalamannya berangkat dari si pemikir ini, jadilah madrasah utama nya dari segi emak emak.

Well let’s flash back a lil bit nih girls..
Kenapa Emakmu ini super curious about term Homeschooling.
Semua berawal ketika, Mika melakukan Identifikasi Bakat dan Kecerdasan (IBK) di cornerstone lifeguide. You girls know kita ketemu siapa kan.. hehe ketemu Opa Dono Baswardono. Waktu itu umur Mika baru umur 1 tahun pas. Kita IBK tanggal 12 April 2018. Beberapa hari setelah adek ulang tahun pertama nya. Saat IBK itu Opa nyeletuk bahwa terbuka opsi terbaik bagi Mika untuk Homescholing. Hal ini karena metode belajar/gaya belajar Mika adalah Metakognitif (Apa itu ? di artikel lain ya).


Jenis gaya belajar umumnya adalah : visual, kinestetik, auditorial, dan social-emosional. Nah kalau dari penjelasan Opa ada satu lagi jenis Gaya Belajar, yaitu Metakognitif. Kebetulan gaya belajar Mika ini Primernya Metakognitf, sekundernya Visual. (Apa sih Gaya Belajar itu? di artikel lain ya)

Kenapa gaya belajar itu penting? Singkat aja nih Mak ceritain ya nak, menurut penjelasan seminar Opa, gaya belajar intinya adalah berhubungan dengan Cara Otak Input dan Output data. Hal ini penting diketahui. Analoginya kayak HP deh, kalau HP Nokia chargernya yang kayak gimana ujungnya bentuknya, kalau HP Android chargernya pipih, iphone juga beda lagi kan tipe charger untuk mengisi daya mobile phone nya.


Sama seperti gaya belajar. Bukannya kita pembiaran “Yah namanya Kinestetik” lalu anaknya dibiarin lulumpatan waktu belajar. Nggak gitu juga sih. Tapi lebih kepada, charger jenis apa yang digunakan untuk dapat mengisi daya pikiran pada anak kita. Supaya lebih tepat, dan lebih baik hasilnyaOkeh metakognitif ini, intinya Mika mengolah sesuatu dengan pemahaman mendalam. Dia bisa meregulasi dirinya sendiri. Perlu takaran asupan yang pas untuk stimulasi kemampuannya, kalau tidak pas, nanti bisa males belajar karena Bosan atau males belajar karena Terlalu Susah baginya. Dalam hal ini sekolah adalah wadah yang mensamaratakan semua gaya belajar, yaitu lebih pada Auditorial, dimana murid cenderung diminta diam dan mendengarkan.

Well okay nanti malah kepanjangan bahas Gaya Belajar nih hehe

Intinya karena IBK itu akhirnya Mak kalian ini penasaran banget, apa sih sebetulnya Homeschooling ? Waktu antar Mia sekolah TK-A sempat tanya ke beberapa ibu ibu wali murid lain. Tapi belum mendapatkan jawaban yang pas. Hanya saja dapat celetukan “Homeschooling kan mahal?!”
Namanya Mak-mu ini kalau sudah penasaraan itu, susah sekali dicegah berfikirnya. Pasti berusaha ulik ullik informasi hingga jelas dan cukup bagi Mak informasinya. Ketika Mika umur 1 tahun itu pun Mak sudah memutuskan untuk resign dari pekerjaan full time di Panda. Jadinya memang target Mak salah satunya adalah memberikan edukasi terbaik untuk kalian dirumah. Well I can see so many chance to educate you girls.
Karena merasa “sendirian” ketika resign, akhirnya mensortir follow followers di instagram. Dan ketemulah dengan ibu ibu hebat di sosmed. Luar biasa. Anehnya mak merasa bahagia dan merasa tidak sendirian lagi. Beberapa yang sangat membantu feednya adalah @clefy_theartganta @grace.melia


Nah waktu liat story mereka itu, mak beranikan diri untuk DM Kak Gesi (grace_melia) dari situ lah mak akhirnya tau bahwa info yang sangat lengkap banget tentang all bout Homeschooling adalah dari Rumah Inspirasi. Berikut adalah alamat web juga sosmednya :
Instagram : @rumahinspirasi_id
Website : rumahinspirasi.com

Rumah inspirasi ini digawangi oleh Pak Aar Sumardiono dan Bu Lala Mira Julia. Waktu itu belum terlalu ngeh dengan instagram (padahal di jaman segitu instagram lagi rame ramenya) jadilah mak banyak menyimak dari Website. Membaca dan menelaah, yang mak dapatkan bahwa Homeschooling itu meng edukasi anak anak sendiri, oleh orang tuanya sendiri, dan yang paling menarik bagi emak adalah edukasinya salah satunya dengan bermaiiin .. wihiiiw


Okey kita flash back munduur lagi sedikit ya girls. Waktu mak kalian ini masih kerja di Panda. Di sela sela waktu bekerja, sepertinya ketika hamil Mia. Mak sudah banyak ngumpulin ide mainan dari Pinterest .. wihiw.. waktu itu sekitar tahun 2012-an. Mak tertarik banget dengan Pinterest. Semburan ide yang luar biasa out of the box. Bukan karena bagusnya mainan tapi lebih pada konsep besar yang dibawakan mainan-mainan sederhana. Uniknya semua ide ini dari para Mak Mak Bule pula (hehe Bule kan identic dengan sophisticated nak, at least in Mak’s head)
Jadilah bikin board di Pinterest banyaaak banget.


Sampai kadang tenggelam sendiri dengan banyaknya ide
Fast forward. Akhirnya mak punya kalian berdua nih. Jaman dulu Mia kecil, mak sudah mulai stimulasi dengan mainan-mainan sederhana. Kardus, benang, kancing, sedotan, piring kertas, gelas kertas, isolasi. Wah nggak lepas dari oprekan mak. Terutama kardus. Menyenangkan sekali. Sampai bikin kotor rumah Abah Nenek kalian waktu itu hehehe
Nah ternyata ketika Mak belajar HS, Mak super excited karena cara belajarnya kurang lebih seperti bermain saja sama kalian. Mengaplikasikan ide ide pinterest. Hahaha I know tidak sesimple itu sih. Hanya saja Ketika permainan menjadi bagian dari keseharian kalian, mak juga ikutan seneng lhah hehehe


Ohya satu waktu si Pandemi datang di tahun 2020. Kalian udah umur 6.5 tahun dan 3.5 tahun. Pandemi datang dan akhirnya mengharuskan kalian stay dirumah supaya aman dari virus covid. Termasuk sekolah libur. Diantara perasaan kalang kabut. BUANYAK banget kelas online yang dibuka, termasuk kelas dari rumah inspirasi. Mereka mengawali dengan Webinar gratis berjudul Menimbang Homeschooling. Karena ketika momen pandemic ini, banyak orang tua mempertimbangkan Homeschooling anak-anaknya. Termasuk emakmu ini. Akhirnya, berkat info dari Ua kalian, Mak ikutan deh Webinar yang luar biasa membuka pikiran tentang apa itu Homescholing (ada rekamannya ya girls jika kalian butuh)
Disitu Mak bener bener paham lebih baik lagi, apa itu Homeschooling.
intinya HS adalah salah satu metode atau tools untuk meng-edukasi anak. Sama halnya seperti sekolah, HS pun salah satu tools. Perbedaannya konsep besar pendidikan HS ini dipegang oleh Orang Tua atau orang yang membesarkan si anak. Mau diarahkan kemana dan apa saja yang diajarkan termasuk jenis materi yang dipakai untuk diajarkan semua ada pada keputusan orang tua.


Selain itu ada hal yang paling menarik lagi buat Mak, yaitu bisa menyesuaikan kecepatan belajar kalian. Misalnya ternyata kalian sudah bisa materi matematika kelas 4 sedangkan umurnya masih 7 tahun, maka kalian tidak perlu tunggu kelas 4 untuk mempelajari matematika yang ada di kelas 4. Mak lupa istilahnya. Nanti dah kalau inget diedit tulisannya hahaha..


Nahh.. tidak lama setelah Rumah Inspirasi mengadakan Webinar, mereka mengadakan Coaching Homeschooling dimana investasinya adalah IDR 800K. Di masa pandemic gini untuk mengeluarkan dana pasti mikir ya Mak ini, tapi ayahmu sangat mendukung dan support. Selain itu dengan harga segitu ternyata Mak dapat lebih dari yang Mak pikirkan. Yaitu mulai dari :

  • Puluhan kelas yang dibuka dengan materi overall ada ratusan lebih. Mulai dari Podcast, Video, PDF, Free printable, lalu testimony pengalaman para praktisi HS
  • Supporting Group via Whatsap. Dimana didalamnya dipandu langsung oleh Pak Aar dan Bu Lala
  • Webinar gratis
  • Full Support selama 1 tahun

Wihh banyak bnget pokoknya nak.
pelan pelan lhah mak mulai paham bahwa sebetulnya Homeschooling itu :

  • Bukan Nama Lembaga tapi istilah tools untuk pendidikan yang dilakukan oleh orang tuanya lagsung kepada anaknya. Konsep pendidikan langsung oleh ortu
  • Dimulai dengan membenahi Mindset Pendidikan. Karena kalau mulai dari Mindset, maka insyaallah perjalanan “bebas” dalam mendidik kalian ini mak bisa lebih kuat
  • Kemudian menyusun Visi Misi pendidikan keluarga.Tentu dirundingkan dengan Ayah kalian
  • Legalitas anak Homeschooling yaitu melalui PKBM (Disarankan yang tidak memiliki embel embel nama “Homeschooling” karna biasanya mahal dan lebih tepat dikatakan Flexy School). PKBM umumnya hanya membantu legalitas, dan sebisa mungkin kalian pilih yang bisa mendampingi legalitas dengan baik, bukan memposisikan sebagai sekolah.
  • Setelah itu perlahan mencoba beberapa hal terkait Kurikulum. Trial and Error percobaan kurikulum yang adaptif dan aplikatif ke keseharian kalian. Bisa tahunan nih untuk sampai pada Bentuk Kurikulum yang pas

Pelajaran Mak masih jauh nih nak, coaching masih berlanjut hingga Bulan Juni 2021. Kelas Online pun masih banyak materi yang belum dibaca, dicoba juga ditelaah. Harapan Mak ini bisa jadi jalan Mak untuk menanam benih kebaikan kepada kalian supaya bisa lebih matang menjadi pribadi, dan menjadi pembelajar mandiri yang bisa mengandalkan pikiran kalian sendiri.
Aamiin


Nanti lanjut lagi yah cerita ceritanya Nak. Kalian lagi apa ?
baik baik ya, ingat nak tidak ada orang tua yang sempurna. Tetapi kamu bisa memutuskan untuk menjadi Orang Tua yang bahagia. Never Stop Learning ya, cause Life Never Stop give you Experiences.


-itsfielife-
Noveber, 2020

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *