Assalamualaikum,

Hai moms.. ide permainan kali ini, memakai ulang bungkus stereofoam untuk dibuat mainan sederhana. Bisa pakai bungkus bekas beli mie ayam atau nasgor nih moms. Stimuli yang diberikan bisa menyesuaikan dengan kemampuan anak saja ya. Stimuli yang kuberikan ini adalah pengenalan bunyi huruf dan jenis huruf kepada Mika (saat itu umur 3 tahun).
Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan :

Kertas HVS ukuran bebas
Tusuk gigi
Kotak stereofoam bebas ukurannya
Isolasi bening
Tambahan jikaada : flash card pengenalan huruf
Cara membuatnya :
Buatlah huruf A-Z, baik itu huruf capital maupun huruf kecil, diatas kertasHVS. Sesuaikan ukurannya dengan tusuk gigi. Sehingga dapat ditempel di ujung tusuk gigi. Tempel menggunakan isolasi bening sehingga kuat terpasang. Jika sudah selesai, sebarkan huruf-huruf didekat stereofoam.

Gambarlah huruf A-Z diatas kotak stereofoam, baik itu huruf kapital maupun huruf kecil. Beri jarak antar huruf supaya dapat ruang untuk menancapkan tusuk giginya.


Jika ada : sebarkan flash card di lantai atau meja. Supaya anak dapat melihat jelas huruf-huruf diatas flash card.
Beri arahan yang jelas kepada anak-anak untuk megambil huruf dengan bunyi “Mmmm” pada flashcard, kemudian biarkan anak berimajinasi bahwa stereofoam tersebut adalah monster yang lapar. Masukkan flashcard yang berawalan huruf M lalu tancapkan huruf M pada tusuk gigi ke atas stereofoam. Ceritanya Mika membuat monsternya terdiam jika ditancapkan huru sesuai flash cardnya.
Atau sederhananya, berikan contoh saja kepada anak, untuk mencocokkan huruf pada tusuk gigi dengan huruf yang berada diatas kepala monster stereofoam. Begit seterusnya, sambil anak membunyikan setiap huruf yang ada.
Jika stereofoam tidak cukup untuk 26 huruf sekaligus, bisa gunakan 2 box stereofoam.

Ingat selalu untuk memiliki hati atau emosi yang tenang atau netral untuk mendampingi an bermain. Fleksibel dengan cara, karenabiasanya anak memberikan sumbangsih idedalam permainan. Namun tetap teguh pada tujuan, yaitu misalnya tuntas memperkenalkan huruf. Jika anak menolak bermain, bisa tunda dulu hingga anak bersediameluangkan waktu bermain, mengingat umurnya masih 3-4 tahun masih ingin bermain bebas (bukan terstruktur).
Silahkan simak video dibawah.

Harapan dari permainan ini :
Bonding terbangun antara anak dan orang tua/pengasuh.
Komunikatif. Anak memahami arahan, mendengarkan araan, dan mengikuti arahan sederhana.
Kemudian anak memberikan pendapat atau bertanya selama bermain bersama
Stimulasi huruf level dasar
Menstimuli motorik halus dengan menancaokan tusuk gigi ke stereofoam
Membangun imajinasi saat bermain dan bercerita
Semoga bermanfaat.

Happy Kliping,
Dian Sofie

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted