Sudah 2 bulan ini lepas dari caffeine. Setelah sekian lama berpisah, kemarin kok ada rasa rindu, apalagi di saat suasana lagi diluar kota, suasana rilex. Rasanya dah gatel pengen pesen kupiiiiii kekinian yang buanyak banget pilihannya. Otak ini tiba-tiba memutar balik memori-memori sruput kupi, mengingatkan rasa rasa kala itu, apalagi Hazelnut.. iiishhh hahaha lebay mode : ON. Si otak sudah dipenuhi alarm-alarm : “pengen pengen pengen pengen pengen pengen” lalu aku coba menolak pelan pelan, tiba tiba suara alarmnya jadi : “Gapapa gapapa gapapa gapapa pesen pesen pesen”. Aku masih mencoba tenang dengan membiarkan alarmnya ngoceh sendiri.

Suara air gemericik beradu dengan gelak tawa anak-anak berenang, angin sepoi sepoi menyapu lembut jilbab yang sedang kupakai, aku merebahkan badanku di tempat duduk khas kolam renang, merasakan mentari pagi yang hangat di kulit muka dan jemari kaki. Tiba tiba otakku mengkaitkan pengalaman indrawiku dengan “pesen kopi kan lagi liburan!” lalu tesirat memori visual tentang orang rebahan sambil minum es kopi susu di pinggir kolam renang

wakakak apa siiih..
dasar nalar ya, hanya bisa menghubung-hubungkan fakta yang ada lalu berusaha mencari-carikan alasan untuk mendukung keinginan yang sedang terbuncah ke permukaan. Entahlah ini momen apa namanya.. kupikir ini adalah momen napsu gula !

Anyway lha kok tipu daya si otak yang ketiga itu berhasil menghipnotisku! dengan segera jari jemari menari diatas layar HP melihat cafe dan kopi terdekat lalu langsung memilih kekopian plusss cemilan Waaaah dah manteb wes, pikirku dalam hati. Liat harganya masuk budget. Cus tinggal pilih metode pembayaran. Lalu pelan-pelan memunculkan Satpol PP di otakku. Satuan Polisi Penegak Penundaan.. hehehe

Satpol PP ku berupa reminder untuk selalu menunda : “Kalau bisa ditunda, tunda aja” begitu aku mencoba mengingatkan diriku sendiri. Aku yang daridulu berperang terus dengan si Penunda ini akhirnya berdamai dan menggunakan si Penunda sebagai penegak disiplin untuk hal-hal yang terkesan lebih banyak Keinginan daripada Kebutuhannya.

Masih rebahan diatas kursi panjang kayu itu, kupandangi tombol hijau check-out. “Okelah aku tunda 1 jam-an” begitu kuputuskan. Lalu meletakkan HP posisi tengkurap. Memandangi mereka bertiga yang sedang bercanda main paus dan nemo di kolam renang.

—————-

Kopi yang selama ini dekat di hati hanya kopi saset biasa aja sih, mentog juga paling kopi caffee yang terdekat di dekat lokasi. Tidak ada merk tertentu atau harus pakai gelas berlogo warkop tertentu. Lebih suka kopi diseduh panas di pagi hari didampingi makanan asin.. wuiih nikmat beud lha! Sudah jadi reward besar setelah berhasil bangun dini hari, having spiritual moment lalu masak, beberes rumah, mengantar trio kwet kwek berkegiatan diluar rumah. Kemudian kondisi rumah bersih, dengan sumber cahaya temaram, men-selonjor-kan kaki di sofa, bersandar, lalu minum kopi .. Hahhh itu serasa reward besar bangeeet. Apalagi ditambah scrooling internet wuiiih lupa waktu deh yakin ..

Reward itu sebenarnya untuk menyemangatiku menata rutinitas pagi. Aku setting kira-kira 2 tahun lalu. Setelah ku amati, rutinitas pagi dimulai jam 03.30 ini sudah tertata baik. Badan sudah cukup responsif dengan rutinitas pagi, tandanya : bangun sendiri tanpa alarm, tidak bisa tidur lagi setelah jam 03.30, termasuk sudah bisa menyemangati diri sendiri ketika malas bangun, caranya : memikirkan chunks tugas pagi yang bisa dilakukan terlebih dahulu.

Nahhh .. jadinya aku pikir rewards yang tidak sehat itu bisa aku tarik aja. Diganti jadi rutinitas lain yang lebih sehat. Like eating fresh fruit. Well it’s not easy peasy ofcourse. Sekitar 3 hari awal menahan no caffeine itu adalah : pusing dan mual. Alhamdulillah bisa menguatkan diri selama 2 bulan ini. Caffeine?! oke lhah dapat ditahan asupannya, ternyata dari konsumsi kopi starling itu yang paling sulit ditahan asupannya adalah : Gulanya. Kayaknya sudah bukan rahasia lagi deh ya kalau kopi kopi saset daan kekinian itu kandungan gulanya tinggi. Nah ini yang paling berat ternyata ditahan. Sangking susahnya, aku yang tadinya ngga terlalu doyan teh, jadi milih minum teh sedikit gula. Seperti menggantikan asupan gula yang tadinya ada di dalam kopi saset.

———–

Malem ini masih merasakan kegaduhan di kepala, justru malam hari kok malah ribut aja ini alarm-alarm sesat di kepala tentang keinginan Gula. Kuhadirkan lagi pasukan PP ku, bolak balik bilang “tunda saja, tunda dulu sampai jam 9” begitu terus Petugas Penundaan ini berbicara. Akhirnya setelah isya aku memilih tidur.

Perasaan ketika bangun pagi : Alhamdulillah ! Aku berhasiiil menunda kopi dan gula semalam. I did it! dan ternyata craving gula di otakku ikut mereda. Mereka ngga seberisik tadi malem. Tenang, ada kelegaan dalam diriku karena bisa mendisiplinkan pikiran.

Turns out im okay without coffee
Im okay without sugar

 

Sehari ketika dejavu dengan si kopi itu ternyata bisa teratasi dengan baik. Sepertinya membutuhkan lebih banyak Satpol PP untuk hari-hari kedepannya dan membentuk rewards lain atas penundaan kopi yang sudah dilakukan hahaha.. mbuletnyaaa.. karena memiliki tujuan besar membahana tidak membuatku berhasil menahan diri. Mungkin bisa dengan mengaburkan keinginan dengan pengalihan issue aja deh, nulis kek, nge blog kek, atau baca atau doom scrolling deh bentar hahaha.. ngga sehat lagi..

Anyway.. pikiran craving dan alasan-alasan lain yang dibentuk otak itu akhirnya seperti mengaburkan urgensi. Craving itu analoginya seperti orang menekan tombol kebakaran saat melihat debat tawar menawar harga di Mall. Wakakak nyampe ga sih analoginya, yah intinya jadi melemahkan kemampuan berfikir untuk tenang menunda atau memilah apa yang sebenarnya diperlukan diatas sebuah keinginan.

Sesusah ini merubah habit. Perlu latihan berkala dan konsisten untuk penguatan otot disiplin dan melemahkan otot alasan. Setidaknya ujung dari Penundaan ini adalah sampai pikiran ini paham bahwa untuk merasakan tenang dan merasakan keberhasilan (reward) jawabannya bukan kopi kopi lagi tapi simple : istirahat dan ngetik blog hehehe. Semoga bisa naik kelas untuk memilih minum air putih saja, lalu naik kelas lagi minum smoothies buah, naik kelas lagi smoothies sayur..

Semangaaaat!!! Bismillah…

Happy Kliping,
Dian Sofie

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted