Hey ketika menulis aku suka mendengarkan beberapa nada. Hanya ingin berbagi kehangatan momen menulis lewat nada juga. Boleh klik disini ya .. Happy Reading
—————
Aneh ! Iya itu yang tersirat dibenakku ketika berniat untuk menghidupkan blog yang mati suri dari tahun 2019 hehe. Konsep sudah tertata dan tersusun, sudah membayangkan beberapa hal yang ingin kutulis. Namun aku biarkan si dia hilang tertelan “hangus”. Sepertinya ragu masih menggelayutiku begitu kuat. Hingga aku rela melihatnya hangus tak terbayar. Oh biarlah.. aku sudah memaafkan diriku yang lalu akibat mendengarkan si peragu dan si penunda meneriaki ku bersama-sama. Sehingga ketika akan memulai menulis diantara rasa lelah juga kantuk di malam hari, aku mendengar suara itu lagi “kamu itu aneh!”
Sighh.. seperti hilang, semangatku tergulung bersama deburan ombak lalu terhempas cadasnya karang. Diantara suara nafas Mia yang masih berumur 5 tahun dan Mika yang masih berumur 2 tahun, aku memandangi layar laptop. “Ah apa iya blogging itu aneh?” Tanyaku pada diri sendiri.
Lalu kuambil HP yang tergeletak tak jauh dariku. Kupandangi banyak sekali informasi yang dihadirkan dalam bentuk yang berbeda-beda. Baik dalam bentuk full visual, nyanyian, jogetan, disertai dengan interaksi langsung melalui komentar juga melalui tombol likes. Dihadirkan langsung dalam satu waktu. Akses beraneka ragam dan semakin meriah dan berwarna-warni.
Wajahku kembali kuhadapkan pendaran layar laptop. “Apa masih jaman ya Blogging?” Lalu aku menghempaskan tubuhku ke kasur. Untungnya tidak sampai membangunkan duo MiMi. Kupandangi mereka yang tertidur lelap setelah seharian berpolah celoteh. “Is it worth?”
Hhh terlalu banyak ketakutan dan pertimbangan saat itu hingga membiarkan blog ku hilang. Bukan orang Indonesia kayaknya kalau ga bilang “untungnya” hehehe, yak untungnya blog itu belum terisi banyak. Biarlah hilang. Fast forward 2023 lalu, secercah cahaya semangat menulis masih kuat bertahan menyala. Ia tetap bertahan diantara gempuran ragu dan bingung. Biasanya hanya menuangkan tulisan di wa status. Bulan Desember 2023 lalu, niatku bulat untuk benar-benar menghidupkan Blog. Ragu dan bingung tidak lagi menggulung-gulung semangatku. Kali ini aku tau arahku kemana. Aku bukannya ingin mengikuti jaman ketika mengisi blog. Aku lebih ingin “bertemu” diriku di setiap kata yang ter-ketik. Di saat aku membaca kembali tulisanku. Jadi alasan terbesarku menulis Blog adalah ya karena aku menikmat momen menulis ini. Seperti menjadi diriku sendiri.
Entah kemana Tuhan akan menuntunku melalui ini, again, aku cukup berhati-hati menaruh ekspektasi karena diriku yang mudah terbuai mimpi dan angan-angan. Kayaknya perlu ruqyah deh, kan angan-angan itu bagian dari bisikan setan. Lho?! Hehehehehe
Well bukan aku namanya kalau tidak punya niat seluas samudra hehe. Niat terbesarku dari Blog ini adalah Legacy. Most part of this blog is about my story living this life with this thought, so I hope I can always connect with my daughters and her kids, being ancestors (maybe) that could always connect to their heart. So that they know, I know how they feel in every step of their life. Then they never feel alone like I always do.
Selain itu juga Blogging ini untuk menyalurkan hobi mikirku yang kadang keterlaluan hahaha alias overthinking. Biasanya sih kalau dituangkan dalam huruf, benang kusut akan mengurai sendiri. Kemudian kecenderungan Monkey Mind yang suka lulumpatan ini sepertinya perlu didisiplinkan. Ternyata eh ternyata bukan sikap saja yang perlu di disiplinkan, pikiran juga lho.
Harapannya dengan adanya blog ini, kedisiplinan berfikirku semakin terbangun dan terbangun pula awareness pada prioritas yang sedang kujalani.
So let’s us just enjoy writing this blog in our own little world.
Ohya bytheway, besyukur Desember lalu menguatkan diri untuk join kelas Blog untuk pemula Kak Wulan Kenanga. Jadilah bertemu teman-teman yang suka nge-blog dan suka menulis. Lalu ditambah lagi grup kecil yang membicarakan buku. Senangnya, penuh syukur. Seperti bertemu kawan se-frekuensi yang sama-sama berjuang di dunia blog nya masing-masing.
Semangat menulis, karena kupikir, menulis itu bukan ketinggalan jaman tapi menulis itu bisa membentuk jaman. Apapun platform yang dipilih.
Happy Kliping
Dian Sofie












